oleh

Heboh Isu Pemurtadan di Desa Miskin Cianjur hingga Sebabkan Gempa, Berikut Faktanya

HERALDMUSLIM — Beredar kabar terkait banyaknya warga Cirancang yang murtad. Hal itu juga dikaitkan dengan Gempa yang terjadi di Cianjur Jawa Barat.

Isu itu bermula dari adanya sebuah pemberitaan berupa tangkapan layar tersebar di media sosial.

Pemberitaan tersebut mengulas tentang adanya proses kristenisasi terselubung di Cianjur Jawa Barat.

Pemberitaan yang diketahui dimuat pada 2017 lalu itu dihubungkan dengan adanya gampa Cianjur yang telah merenggut ratusan nyawa.

Namun faktanya kabar tersebut merupakan berita lama yang telah dibantah oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kenkemenag) Provinsi Jawa Barat pada 2020 lalu.

Saat itu Plt Kepala Subbag Tata Usaha Kankemenag Cianjur, Asep Kaerul Mukmin, juga menjabat sebagai Kasi Bimas Islam.

Ia mengatakan, pemberitaan kristenisasi Cianjur sudah tersebar sejak 2018.

Asep menegaskan bahwa kabar itu hoaks alias tidak benar.

“Pada awal tahun 2018 berita ini sudah muncul dan kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Peneliti Balitbang Kemenag RI dengan peneliti yaitu Bu Faiqoh dan Bu Lubna yang langsung menuju lokasi didampingi KUA dan penyuluh,” katanya dikutip Herald.id dari portal Kankemenag Jawa Barat, Jumat (25/11/2022).

Asep menjelaskan, hasil temuan di lapangan bahwa Desa Panyawangan yang disebut dalam berita tidak ada.

“Di wilayah Ciranjang Cianjur, terdiri dari Desa Cibiuk, Desa Ciranjang, Desa Gunungsari, Desa Karangwangi, Desa Kertajaya, Desa Mekargalih, Desa Nanggalamekar, Desa Sindangjaya, dan Desa Sindangsari,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk warga Non Muslim berada di Desa Sindangsari dan Kertajaya Cianjur dan merupakan warga keturunan,” tambahnya.

Bahkan, sesuai informasi yang didapat dari penyuluh yang bertugas di daerah Ciranjang bahwa sudah banyak warganya yang mualaf, terutama di Desa Kertajaya Kampung Pasir Kuntul dan penyuluh yang bertugas bernama Ismail.

“Warga yang mualaf sudah diberikan pembinaan dan pembekalan dari penyuluh yang bertugas disana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Berita hoax tersebut berasal dari website nahimunkar.org yang diunggah pada 6 November 2017. Sumber berita pun tidak dijelaskan asal dan narasumber terpercaya yang dapat bertanggungjawab terhadap pemberitaan tersebut.

Sehubungan dengan itu, Seorang Peneliti Balitbang Kemenag RI, Ibnu Hasan Muchtar mengatakan bahwa berita ini sudah lama diterbitkan dan memang berita ini tidak benar.

“Saya memang mengadakan penelitian di Kab. Cianjur mengenai penggunaan rumah tinggal yang dijadikan tempat peribadatan umat Kristiani dan pada saat permasalah ini muncul, saya dan tim langsung turun untuk mendapatkan keterangan langsung dari berbagai sumber yaitu pihak Kemenag Kab. Cianjur, KUA dan penyuluh di wilayah tersebut dan tidak ditemukan kristenisasi seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa warga yang Non Muslim di wilayah tersebut adalah warga keturunan yang dari dulunya memang sudah beragama Non Muslim.

Komentar